
Harga Saham, Resiko, Hingga Hijrahnya Hamilton Ke Tim Ferarri
Harga Saham Kenaikan Saham Tersebut Tercatat Pada Hari Kamis 1 Januari 2024 Sebagai Rekor Tertinggi Saat Ini Di New York Exchang. Hal tersebut di sinyalir sebagai dampak dari pemberitaan hijrahnya sang juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton ke Maranello. Seperti pemberitaan yang booming beberapa hari ini, saking boomingnya sehingga dapat menutupi clash yang terjadi antara Andretti dengan Formula 1.
Pengumuman tersebut secara resmi di rilis pada Kamis malam, serta dengan kepindahannya tersebut dari pabrikan Jerman ke Maranello. Hamilton resmi akan berduet dengan Leclerc pada rangkaian Grand Prix Formula 1 musim 2025. Awak media dan penggemar tentu memahami bahwa staf pabrikan Jerman ini telah di informasikan perkembangan yang di pandu oleh prinsipal Mercedes. Toto Wolff serta James Allison selaku prinsipal dan direktur teknis mendakan pertemuan pabrikan di Brackley pada hari Kamis.
Kenaikan Harga Saham Ferarri
Terdapat perubahan pada nilai saham dari perusahaan ini. Tercatat pendapatan sebelum EBITDA yang mana telah di antisipasi pertumbuhannya menjadi 2,64 miliar USD untuk tahun ini dengan orderbook yang sehat. Kemudian pada hari Rabu ketika perdagangan telah di tutup dengan posisi nilai saham 346,78 USD. Setelah itu pada saat pembukaan perdagangan pada ke esokan harinya, nilai saham perusahaan ini tercatat meroket hingga level tertinggi. Dengan posisi 384,00 dolar. Perkiraan tersebut akan terus mengalami peningkatan hingga sepanjang hari.
Sehingga hal tersebut membuat perusahaan yang memproduksi mobil sport dan balap ini memilki kapitalisasi dengan nilai yang di perkirakan mencapai 69,12 miliar USD. Hal ini jauh lebih tinggi dari dari pada penutupan bursa yang terjadi pada hari Rabu yang mana saat itu berada di posisi 62,4 miliar USD. Kenaikan Harga Saham Ferarri yang hampir mencapai 7 miliar USD ini merupakan sinyal atau tanda kepercayaan yang besar terhadap misi Ferarri. Yang mana tim kuda jingkrak tersebut harus sukses mendatangkan Hamilton ke Marenello. Serta kenaikan nilai ini merupakan titik yang menandai perusahaan mobil sport dan balap tersebut di puncak harga saham di New York Stock Exchange.
Resiko Yang Mercedes Terima Setelah Kepindahan Hamilton
Dengan telah di aktifkannya klausul keluarnya dari Mercedes, pabrikan Jerman tersebut menerima keputusan kepindahan sang juara Dunia. Yang mana dengan keputusan tersebut, tentu mereka juga menyadari bahwa keputusan tersebut memiliki tingkat kefleksibilitasan terhadap kedua tim besar tersebut. Yang mana hal ini cukup memberikan kemungkinan apakah kontrak Hamilton di akhiri sedini mungkin atau pada akhir musim nanti. Serta dapat di amati bahwa keputusan tersebut merupakan pengaturan kompromi antar tim. Yang mana hal ini memberikan keleluasaan kedua tim untuk melakukan pergerakan.
Arti kebebasan ini ialah kedua tim baik Mercedes dan Ferarri dapat memiliki jangkauan yang luas untuk mengejar pembalap lain yang akan mengisi kursi mereka. Tentu bagi Ferarri kursi Carlos Sainz telah di amankan oleh sang juara Dunia tujuh kali tersebut. Namun bagi Mercedes, tentu mereka harus mencari pembalap lain untuk bertarung bersama The Silver Arrow. Hal tersebut merupakan Resiko Yang Mercedes Terima Setelah Kepindahan Hamilton terjadi. Dan hal tersebut telah terjadi setelah baru baru ini baik kedua tim besar tersebut telah mengonfirmasi hal ini. Yang mana sang juara dunia tujuh kali tersebut memang benar akan hijrah ke Maranello.
Alasan Kepindahan Sang Juara Dunia
Mengutip dari siaran pers Mercedes secara singkat yang di rilis pada Sabtu, 3 Februari 2024 lalu. Sang juara dunia tersebut terlihat menggunakan akun pribadi media sosialnya untuk mengonfirmasi keputusan hijrahnya dari pabrikan Jerman ke Maranello. Ia juga menyisipkan Alasan Kepindahan Sang Juara Dunia tersebut bahwa mengendarai mobil Ferarri merupakan impian dan ambisinya sedari dulu.
Ia membandingkan situasi kepindahannya saat ini dengan kondisi kepindahannya ke Mercedes dari McLaren pada September 2012 lalu. Namun kepindahan tersebut tidak terlalu memberikan dampak seperti Hamilton Effect yang menyebabkan perusahaan tim pabrikannya saat itu mengalami kenaikan Harga Saham.